From I’tishom with Dream……

Nuril 5 (1)Muhammad Nuril Huda, itulah namaku, seorang anak laki-laki dari seorang penjual kelinci di  sebuah desa, lulus  dari SMA Al-i’tishom tahun 2013, dan menjadi salah satu dari angkatan ketiga. Aku hanyalah seorang yang biasa-biasa saja, tidak punya prestasi yang mengesankan apapun. Alhamdulillah, saat ini meneruskan belajar di Ma’had Al’ulum al-Islamiyah wal-’arobiyah bi andunusia Jakarta, atau biasa dikenal dengan LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) Jakarta.

Tak pernah terpikir olehku sebelumnya, ketika aku menerima surat kelulusan dari smp aku akan melanjutkan belajarku di SMA Al-I’tishom, sebuah lembaga pendidikan yang masih seumuran jagung ini, yang dulunya merupakan sebuah ma’had bernama TMI atau tarbiyatul mu’allimin al-islamiyah. Tapi qoddarolloh wa maa  syaa-a fa’ala. Berawal di sore itu, sepulang dari main keluar, setelah kutunaikan kewajibanku dalam waktu ashar, bapakku pulang dari masjid membawa busyro (baca : berita gembira). aku didudukkan di kursi ruang tamu, beliau menjelaskan bawa pak kyai meminta  untuk aku masuk di I’tishom, waduh aku bingung , padahal aku sudah berniat akan belajar di luar kota nan jauh dari orang tua. Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan, aku mantapkan diri untuk menjadi salah satu personil dari pada santri-santri SMA Al-I’tishom.

SMA Al-I’tishom,SMA yang memberikanku kesan dalam hidup ini, di mana ada kekuatan ukhuwah islamiyah yang belum pernah aku jumpai sebelumnya. Dan Alhamdulillah, kekuatan itu masih tertanam dengan sangat kuat.

Jumlah kami yang sedikit malah membuat kami kami semakin termotivasi untuk selalu melangkah maju.  Motivasi yang selalu kami ingat adalah sebuah kalam sang pencipta : “betapa banyak kelompok yang kecil telah mengalahkan kelompok yang banyak” (albaqoroh: 249). dan juga , mudir kami, KH. Zaenal Mustofa Idris, selalu menasehti kami “jumlah kita memang sedikit, tetapi lihat saja nanti, kita akan jadi juara nasional dan bahkan lebih dari itu”, tentunya dengan kesungguhan yang nyata, seperti temaktub dalam akhir surat al-‘ankabut,  “dan barang siapa yang berjuang untuk(mencari keidhoan) Kami,pasti kami tunjukkan jalan-jalan kami, sesungguhnya ALLOH pasti bersama orang-orang yang berbuat kebajikan.”

Sebuah hal yang menakjubkan ketika kami belajar di sma sekaligus ma’had ini, ternyata al-quran dan sunnah rosul itu ada hubungannya dengan yang namanya science. Itu yang ditanamkan oleh guru-guru pada diri kami, dan hal itu pula yang membuat Al-‘tishom berbeda dengan yang lain. dan dari sini aku tahu bahwa ilmu itu tidak bisa dikotak-kotakkan, semua bersinergi satu sama lain, dan semua ilmu di dunia ini  sumbernya bersumber dari al-quran dan sunnah, kecuali ilmu santet dan bala tentaranya.

Mengakhiri tulisan ini, saya selalu teringat nasehat dari bapak kepala sekolah kami, Prof. DR. Ing. Ismoyo Hariyanto, M.T. kata beliau,,: “kalau anda kepingin sukses dunia dan akhirat, pegang 3 kunci hebat ini baik-baik, yaitu yang pertama belajar, yang kedua belajar, dan yang ketiga adalah belajar..!!!”.

Kalimat terakhir, sukses terus buat Al- I’tishom almahbub,,, wa jazaakumullohu khoirol jazaa’ ‘ala ‘ilmin naafi’in, wa ihtimamin jayyidin lana jami’an. Wa antum yaa asaatidzati alkirom, antum waaliduna ats-tsani , marrotan ukhro asykurukum syukron jaziilan…..

Print Friendly, PDF & Email

One Comment to “From I’tishom with Dream……”

  1. Sangat luar biasa ternyata yang kecil bisa mengalahkan yang besar ,…. artinya sesuatu yang kecil namun berkualitas akan membongkar habis sesuatu yang besar tetapi tak berpondasi yang kuat…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *