ahmad kharisodin

Akhmad Kharisodin (mahasiswa LIPIA Jakarta). Sekolah kami bukanlah sekolah militer, kekerasan diharamkan di sini. Maka setiap peraturan dan undang-undang yang ada di sekolah ini berdasarkan kesadaran, tak ada paksaan, pukulan, dan lain-lain. Dan semua itu membekas pada diriku. Tak pernah ada undang-undang mewajibkan setiap santri untuk baca Al-Qur’an sehabis sholat wajib. Perlahan-lahan menjadi kebiasaan kami di sini, sampai sekarang. Dan setiap habis sholat, masjid akan berdengung, gemuruh suara santri-santri membaca dan menghafal Al-Qur’an.

Dulu aku memang tak punya cita-cita. Namun di sini beda, jalanku terbuka. Tumbuhlah cita-cita dalam hatiku. Aku ingin melanjutkan kuliah di LIPIA Jakarta. Salah satu cabang dari Universitas Al-Imam Muhammad Ibnu Sa’ud di Riyadh sana. Dan Alhamdulillah aku lolos seleksi, dan aku pun mulai kuliah di LIPIA Jakarta. Sebuah cita-cita yang terpendam beberapa lama dalam diriku dan kini pun terwujud sudah. Semua ini adalah izin Alloh.

yusuf2Muchammad Yusuf Islami, (alumni SMA Al-I’tishom 2011, mahasiswa Kolej Islam Sains dan Teknologi of Malaysia). Berawal dari paksaan orang tua untuk  menjadi seorang santri di sebuah pondok pesantren di tempat tinggalku. SMA Al-I’tishom (boarding school), itulah SMA sekaligus pondok pesantren, yang selama 3 tahun telah memberi banyak pelajaran akan ilmu pengetahuan dan ilmu agama.

SMA yang dapat mengubah seseorang yang dulunya tidak terlalu istimewa di mata keluarganya menjadi seseorang yang dapat melihat dunia luas dan mencari akan ilmu dan pengalaman di Negeri Jiran, Malaysia.

fahmi-potoFahmi Humaidi Abdillah, Cilacap, Alumni SMA Al-I’tishom 2012, menempuh studi di Farmasi  Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Meskipun jumlah kami sedikit itu bukan alasan kami untuk minder. Ya, karena yang kami prinsipkan di Itishom ini adalah ‘ mengubah kekurangan menjadi kelebihan dan mengubah kelemahan menjadi kekuatan’.

Sekolah sekolah seperti I’tishom lah yang sebenarnya Indonesia butuhkan. Murid yang masih sedikit, fasilitas yang  minim dan SDM yang sangat kurang bukan alasan untuk berprestasi. Karena quantitas yag banyak belum menjamin akan kualitas.

abdul khalim2Abdul Khalim, Farmasi UNSOED Purwokerto, Alumni SMA Al-I’tishom 2012. I’tishom memang sekolah yang baru berumur jagung, murid-murid yang sedikit dengan jari pun dapat dihitung. Namun aku akan selalu mengucap terima kasih tanpa henti karena melalui sekolah ini, aku dapat melanjutkan kuliah, dapat menatap masa depan yang cerah dan terarah.

Ucapan terima kasih tidak cukup untuk membalas segala kebaikan mereka, saat ini aku mendapat beasiswa di Farmasi ONSOED Purwokerto, hal luar biasa bagiku yang hanya anak seorang tukang sapu di sekolah. Tidak tahu bagaimana aku sekarang, jika tidak bersekolah di sini, namun inilah ketentuan Allah SWT yang tidak dapat dicegah dan tidak bisa diprediksi oleh siapapun. Melalui petunjuk-Nya aku dipertemukan dengan orang-orang luar biasa.

salafudin2Ahmad Salafudin, Fisika FMIPA UNS,  Alumni SMA Al-I’tishom 2012. Yang membuatku selalu bangga pada Al I’tishom adalah semua tenaga pengajar dengan gigih tanpa pamrih apapun memberikan pengajaran  yang tidak ternilai harganya.

 Kurikulum yang tidak dijumpai dalam lembaga pendidikan lain. Materi ma’had yang berisi nahwu, bahasa arab, balaghah, ushul fiqh, sharaf dan lainnya bisa berjalan dengan materi IPA yang berisi matematika, fisika, kimia, dan biologi. Dan ada satu lagi kegiatan menghapal al qur’an yang tidak pernah diberi  target  jumlah hafalan, tetap mereka bisa menghafal dengan kesadaran diri mereka. Walaupun saat lulusan jumlah hapalan mereka tidak sama, minimal mereka punya hapalan al qur’an paling tidak 10 juz.

muchlisMUCHLISIN, lolos tes seleksi di Mahad Ulum al-Islamiyyah wal Arobiyyah LPIA Jakarta, jurusan Syariah. Pengajaran dan pembimbingan ustadz dan ustadzah di SMA Al-Itishom membuatku terus maju , mengajarkan ilmunya dengan ikhlas, tulus (tidak dengan kekerasan), sabar,dan tanpa pamrih.

Dengan kehendak Alloh Swt aku memilih untuk mengikuti muqobalah (penerimaan mahasiswa) di Islamic university of madinah, begitu juga aku mengikuti tes seleksi di Mahad Ulum al-Islamiyyah wal Arobiyyah LPIA Jakarta, salah satu cabang Al-imam Muhammad Ibnu Saud university di Riyadh. Alhamdulillah, dengan izin Alloh swt aku lolos tes seleksi tersebut dengan jurusan Syariah. Tetapi dengan Islamic university masih menunggu pengumuman, semoga Alloh SWT memberikan kabar gembira kepadaku.

Jika Anda alumni, dan mempunyai kesan mendalam tentang Al It’ishom, ceritakan pengalaman Anda kemudian kirimkan ke email: sma.alitishom@yahoo.co.id. Jangan lupa sertakan foto terbaik Anda.

Print Friendly, PDF & Email

One Comment to “Alumni”

  1. Semoga SMA Al’Itishom semakin majun dan jaya dalam pendidikan umum dan agama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *