Wakili POSKESTREN Grabag, SMA AL-I’TISHOM Raih 2 Piala Lomba

Tim PoskestrenPembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia. Penyelenggaraan pembangunan kesehatan dilaksanakan melalui upaya kesehatan peorangan dan upaya kesehatan masyarakat, dengan pendekatan promotif, preventif kuratif dan rehabilitatif secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik. SMA Al-I’tishom sebagai lembaga pendidikan berbasis pesantren, didaulat oleh Puskesmas Grabag I untuk mewakili POSKESTREN (Pos Kesehatan Pesantren) dalam Kegiatan Kampanye Kesehatan di GOR Gemilang, Magelang (7/11).

Kegiatan kampanye kesehatan meliputi Lomba Ranking 1, Senam Kreasi GERMAS, dan Lomba Yel-Yel. Dilaksanakan pada Selasa, 14 November 2017 diikuti oleh 31 Tim dari Kabupaten Magelang. Tim SMA Al-I’tishom yang terdiri dari 10 siswa, mendapatakan Juara 1 untuk Lomba Yel-Yel dan Juara 2 untuk Lomba Senam Kreasi GERMAS.

23471993_1505841779453730_1580210749888657616_n 23518891_1505842209453687_253224236780329246_n

“Saya dan teman-teman merasa bahagia bisa menyumbangkan prestasi untuk SMA tercinta. Kami sampaikan terimakasih kepada Puskesmas Grabag I yang telah mendaulat kami semua. Semoga tahun berikutnya dapat ikut lagi”, ujar salah satu anggota lomba. Pak Joko selaku pihak dari Puskesmas juga menyamaikan rasa bangganya atas capaian prestasi yang diperoleh. “Mohon maaf, briefingnya terlalu singkat, jadi Rangking 1 belum dapat juara”, pungkasnya.

Mari Budayakan Hidup Sehat!

(_ara)

Ketika Ilmu Semakin Bertambah

tumpukan-bukuSemisal kita adalah warga sebuah desa, dan sudah tinggal di situ bertahun-tahun. Serta hafal semua jalan-jalan desa, hafal letak-letak rumah tetangga, dan lain sebagainya. Maka keilmuan kita atau pengetahuan kita seputar desa pasti sudah menguasai, kita merasa lebih tahu desa yang kita tinggali dari pada orang-orang yang berusia di bawah kita. Kemudian kita yang menganggap diri kita ini tahu seluk-beluk seputar desa, pergi merantau ke ibukota Jakarta. Ketika masih di desa, berjalan menyusuri rumah-rumah tetangga, jalan-jalan desa, kita seolah sudah yang paling tahu soal desa. Namun ketika keluar sedikit dari area desa, sampai kabupaten katakanlah, maka apa kira-kira yang terjadi? Hmm… ternyata banyak sekali jalan-jalan asing yang belum kita lalui, banyak rumah-rumah lebih megah yang belum kita lihat, banyak rambu-rambu lalu lintas yang jarang kita jumpai. Lanjut membaca